Postingan

ASTANA GUNUNG JATI CIREBON

MELIHAT DARI DEKAT ASTANA  GUNUNG JATI  CIREBON SUTEJO IBNU PAKAR Terletak di Pantai Utara Jawa, Cirebon disebut sebagai kota udang. Cirebon berarti air udang kecil. Pecahan dari Ci dan Rebon; Ci (atau cai) dalam bahasa sunda berarti “air” dan  Rebon berarti “udang kecil”. Banyaknya rebon atau udang kecil di Cirebon menurut cerita menjadi asal muasal nama kota Cirebon. Daerah Cirebon dahulu pernah bernama Caruban yang artinya tempat dimana orang berbaur dan tinggal berdampingan. Sebagai perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, di sebelah timur Cirebon berbatasan dengan Kabupaten Tegal, di utara dan timur-laut dengan laut, sebelah barat dengan Kabupaten Subang dan Sumedang, di selatan dengan Kabupaten Ciamis. Secara administratif, Cirebon adalah bagian dari propinsi Jawa Barat. Berdasarkan sistem administratif, kabupaten dan kotamadya memiliki status yang sama. Masing-masing berada di bawah kepemimpinan gubernur Jawa Barat. Setingkat di bawah kabupaten dan ko...

TARDISI MULUDAN

TARDISI MULUDAN SUTEJO IBNU PAKAR Tradisi pembacaan kitab tentang pujian kepada Rasul Allah biasanya dilandaskan kepada pendapat para fuqaha' dari madhhab al-Syafi'i, Ibn Hajar al-’Asqalani, misalnya, menyatakan bahwa tradisi seperti itu menyimpan makna kebajikan. Al-Suyuti juga menunjukkan sikap toleran terhadap produk budaya yang dihasilkan oleh tradisi mengagungkan kelahiran Nabi. [1] .    Sikap kedua fuqaha  tadi juga disepakati oleh fuqaha' al-Syafi'i yang lain, diantaranya Ibn Hajar al-Haytami dan Abu Syahmah.  Peringatan Mawlid adalah  perbuatan   yang  paling terpuji ( min ahsani ma  ubtudi'a ), jika disertai dengan amal sosial kemasyarakatan yang baik,  seperti sadekah, infaq serta kegiatan lain yang bernilai ibadah .    Adalah Presiden Pertama Republik Indonesia (Ir. Soekarno) ini yang berwasiat kepada siapapun yang menjadi penggantinya agar selalu menyelenggarakan peringatan Hari Lahirnya Nabi Mu...

Sekilas Tentang Tarekat Syattariyah Bendakerep Cirebon

Sekilas Tentang Tarekat Syattariyah Bendakerep Cirebon

Buntet Pesantren: Perjuangan Mbah Muqoyyim dan “Modernisasi” ala KH Abdul Jamil

Buntet Pesantren: Perjuangan Mbah Muqoyyim dan “Modernisasi” ala KH Abdul Jamil

PENGALAMAN PUNCAK

IBADAH HAJI : PENGALAMAN PUNCAK SUTEJO IBNU PAKAR Haji adalah rukun Islam yang kelima atau terakhir.  Ibadah haji mensyaratkan kesiapan yang sangat prima, karena didalamnya ada  ketentuan yang mencerminkan pengalaman puncak ibadah seseorang. Ibadah haji mensyaratkan kesiapan dalam berbagai hal seperti kekuatan motivasi (niat), kesiapan fisik termasuk kesehatan berbeda dengan puasa yang jsutru mengharuskan kemampuan menahan lapar dan haus sepanjang hari. Ibadah haji   mensyaratkan  kesiapan dan kecukupan harta berbeda dengan  ibadah puasa yang tidak membutuhkan modal harta. Berbeda dengan  ibadah shalat yang sekadar membutuhkan pakaian penutup aurat dan air untuk bersuci, serta tempat secukupnya. Atau ibadah zakat yang mengharuskan pengeluaran sekadar sesuai ketentuan ( nishab ). Berbeda denan ibadah sahalat  ibadah haji mensyaratkan kesiapan fisik untuk melakukan pergerakan dari satu tempat ke tempat lain yang membutuhkan banyak tenaga da...

ESQ

ESQ SUTEJO IBNU PAKAR Para ahli psikologi mengatakan bahwa tingkat perkembangan intelligence Quetiont (IQ) berbeda dengan perkembangan emotional dan spiritual quetiont (ESQ).   Tingkat kecerdasan IQ relatif tetap, sedangkan kecerdasan ESQ dapat meningkat sepanjang hidup manusia. Struktur susunan rukun iman dan rukun Islam merupakan susunan anak tangga yang teratur secara sistematis, logis dan objektif dalam pembentukan ESQ. Rukun iman berfungsi membentuk struktur fundamental mental berupa: prinsip landasan mental, prinsip kepercayaan, prinsip kepemimpinan, prinsip pembelajaran, prinsip masa depan hingga prinsip keteraturan. Setelah mental terbentuk, dilanjutkan dengan langkah-langkah pembentukan “ mission statement” melalui dua kalimat syahadat, kemudian pembangunan karakter melalui shalat lima waktu sehari semalam, pengendalian diri melalui puasa. Kemudian pembentukan kecerdasan sosial melalui zakat dan haji. Semua itu merupakan struktur sistem pembinaan dengan strategi...

PENDIDIKAN JASMANI

Pendidikan Jasmani Sutejo ibnu Pakar Para nabi dan rasul Allah layaknya manusia biasa mereka adalah  makhluk jasmaniah yang memiliki  segenap kebutuhan dasariah terhadap  makanan dan minuman. Mereka juga melakukan aktivitas bisnis dan ekonomi.Mereka, para nabi dan rasul Allah, adalah manusia yang memiliki keterbatasan hidup sesuai kontrak ketika masih berada di alam arwah .Mereka tidak selamanya hidup di dunia yang fana’ ini.Tubuh jasmani mereka akanditinggalkan oleh roh mereka masing-masing. Mereka mengalami peristiwa kematian dan jasad  mereka  akan mengalami kehancuran pada saat yang dikehendaki Allah.   Kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa diabaikan, dalam hal ini, adalah pemenuhan rasa lapar (makan) dan rasa haus (minum).Sebagaimana makhluk hidup lainnya, setiap individu manusia dituntut memenuhi kebutuhan dasariah ini. Pemenuhan kebutuhan ini semata-mata karena setiap perut memiliki hak yang musti ditunaikan. Dengan demikian, mengabaikan...

KEPRIBADIAN

PEMBINAAN KEPRIBADIAN SUTEJO IBNU PAKAR Pembinaan kepribadian bertugas   mengembangkan seluruh aspek kepribadian secara wajar dan imbang. Setiap aspek kepribadian diarahkan kepada pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal. Hal-hal yang berkenaan dengan seluruh kebutuhan dasar menjadi perhatian dalam kerangka integralisasi aspek-aspek kepribadian. Pendidikan harus lebih   terfokus pada usaha   menanamkan kekuatan, harga diri, sikap berani karena benar, sikap   tidak menyerah pada dominasi dan pemerasan (kedzoliman), serta sikap tidak menyerah pada kebatilan.  Pembinaan kepribadian muslim Islam adalah pembinaan yang komprehensif dan bertujuan membangun  dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian secara wajar dan imbang (harmony). Setiap aspek kepribadian : jasmaniah, intelekttual, moral, sosial, intuisi, emosi dan aspek ruhani diarahkan kepada pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal. Hal-hal yang berkenaan dengan seluruh kebutuhan dasar fisik jas...

Titip Rindu Buat Kang Ayip: Mengingat Kecerdasan dan Kepedulian Sosial KH Syarif Usman bin Yahya

Titip Rindu Buat Kang Ayip: Mengingat Kecerdasan dan Kepedulian Sosial KH Syarif Usman bin Yahya

NGAJI BERSAMA KH. FUAD AMIN

NGAJI BERSAMA KH. FUAD AMIN OLEH SUTEJO IBNU PAKAR Pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin dikenal memiliki ikatan guru murid dengan KH. Cholil Bangkalan, hadhratusyekh KH. Hasyim Asy’ari, serta KH. Nasuha Sukunsari Plered Cirebon. Jaringan kekeluargaan diperluas dengan keluarga KH. Johar Arifin Balerante Palimanan dan keluarga KH. Syatori (PP Daruttauhid) Arjawinangun Cirebon. Salah satu menantu KH. Syatori adalah KH. Fuad Amin (putra KH. Amin Sepuh). Kyai ini dikenal simpatik,  ganteng dan berpenampilan selalu   perlente  meskipun hanya mengenankan sarung . Orang kebanyakan mengenalnya sebagai kyai yang selalu necis dan mengenakan jas. Sehingga menambah pesona krepibadiannya yang mudah akrab dengan siapapun dan adaptable . Abang-abang becak di wilayah Desa Babakan adalah komnuitas yang sering merasakan manfaat dan keberkahan sang kyai yang dikenal progressif. Langkah kakinya yang cepat mencerminkan pola berfikir yang dipenuhi dengan berbagai ide, gagasan dan terob...

TITIP RINDU BUAT KANG AYIP

T ITIP RINDU BUAT KANG AYIP [1]      SUTEJO IBNU PAKAR Sufi adalah putra dari zaman dan bangsanya. Itulah kesan mendalam tentang sosok Kang Ayip Usman Yahya. [2] KH. Abdullah ‘Abbas, Rois Syuriyah NU Jawa Barat waktu itu, menegaskan “Usman itu Ayip dan NU”.  KH. Abdullah Abbas, di sela-sela rapat menjelang keberangkatan rombongan PC NU Kabupaten Cirebon ke arena Muktamar NU di Cipasung, menegaskan Ayip itu salah satu modal NU dalam mempersatukan ummat. Kalimat  ini menggambarkan kepedulian dan kedekatan  Kang Ayip dengan nahdhiyyin. Mengentaskan kemiskinan warga masyarakat sekitar, melayani kebutuhan semua komunitas beragama, dan mensejehterakan sesama termasuk komunitas hafdizoh  (wanita penghafal al-Quran) warga Fatayat NU Cirebon adalah amal saleh yang harus diteladani untuk dilanjutkan generasi muda NU Cirebon yang  mengaku dekat dan atau mengidolakan dia. Kang Ayip memiliki kesadaran dan kemampuan menerima fakta-fakta dan realitas...

PENGALAMAN PUNCAK

PENGALAMAN PUNCAK SUTEJO IBNU PAKAR Pengalaman Puncak ( Peak Experience ) adalah  saat-saat menyenangkan dan menarik terutama dalam kehidupan, melibatkan perasaan yang tiba-tiba terkait kebahagiaan dan kesejahteraan, heran dan kagum, dan mungkin juga melibatkan kesadaran tentang kesatuan transendental atau pengetahuan tentang kebenaran yang lebih tinggi (seolah-olah memahami prtubahan dunia).   Pengalaman Puncak biasanya datang tiba-tiba dan sering terinspirasi oleh meditasi mendalam, perasaan cinta yang mereka alami terhadap keindahan alam yang luar biasa.   Pengalaman puncak cenderung melepaskan energi kreatif,  memantapkan  tujuan, memperkuat integritas.   Pengalaman puncak termasuk "perasaan membuka cakrawala yang tak terbatas pada, visi.   Pengalaman puncak (pengalaman dataran tinggi)   adalah indicator  dari aktualisasi diri.   Ia adalah kondisi seseorang  merasakan kebahagiaan kognitif. Setiap  individu menga...

PEMBELAJARAN MANUSIA

PEMEBLAJARAN MANUSIA SUTEJO IBNU PAKAR Proses pembelajaran (pencarian ilmu), bagi al-Ghazali,  dapat dikategorikan menjadi : al-Ta’lim al-Isnani  dan al-Ta’lim al-Rabbani . [1] Proses pembelajaran model  pertama bisa ditempuh dengan bantuan guru atau orang lain, dan juga bisa ditempuh dengan jalan autodidak melalui perenungan-perenungan, atau  eksperimen secara empiris. Sedangkan proses pembelajaran model kedua bisa dilalui dengan cara wahyu seperti yang dialami para nabi dan rasul, dan bisa dengan jalan ilham. Ilmu yang diperoleh dengan cara ini disebut ‘al-Ilmu al-Ladunni  yaitu ilmu yang perolehannya tidak melalui perantara . [2] ‘Ilmu laduni  itu bisa diperoleh dengan cara-cara yang lazim berlaku seperti melalui riyadhah secara benar  dan muraqabah.  Atau bisa juga diperoleh dengan jalan mengintensifkan aktivitas tafakkur. Ilmu ini  terkait dengan masalah-masalah metafisik atau mughayyabat . Ilmu ini diharapkan dapat memperku...

PROSES PEMBELAJARAN MANUSIA Sutejo Ibnu Pakar

PROSES PEMBELAJARAN MANUSIA Sutejo Ibnu Pakar Proses pembelajaran (pencarian ilmu), bagi al-Ghazali,  dapat dikategorikan menjadi : al-Ta’lim al-Isnani  dan al-Ta’lim al-Rabbani . [1] Proses pembelajaran model  pertama bisa ditempuh dengan bantuan guru atau orang lain, dan juga bisa ditempuh dengan jalan autodidak melalui perenungan-perenungan, atau  eksperimen secara empiris. Sedangkan proses pembelajaran model kedua bisa dilalui dengan cara wahyu seperti yang dialami para nabi dan rasul, dan bisa dengan jalan ilham. Ilmu yang diperoleh dengan cara ini disebut ‘al-Ilmu al-Ladunni  yaitu ilmu yang perolehannya tidak melalui perantara . [2] ‘Ilmu laduni  itu bisa diperoleh dengan cara-cara yang lazim berlaku seperti melalui riyadhah secara benar  dan muraqabah.  Atau bisa juga diperoleh dengan jalan mengintensifkan aktivitas tafakkur. Ilmu ini  terkait dengan masalah-masalah metafisik atau mughayyabat . Ilmu ini diharapkan da...

SULUK

SULUK      SUTEJO IBNU PAKAR سلوك الأبرار أهل اليمن   هو أداء الواجبات وترك المحرمات باطنًا وظاهراً  . سلوك المقربين السابقين هو فعل الواجب والمستحب بحسب الإمكان ، وترك المكروه والمحرم ، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم : إذا نهيتكم عن شئ فاجتنبوه وإذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم   السلوك : تهذيب الأخلاق والأعمال والمعارف. أبواب السلوك : . طلب العلم الذي به تقيم  التّقوى و الورع والزّهد و التّوكل و رياضة  وخلوة و عزلة قلبيّة . المصدر : الغزاليّ, روضة الطالبين وعمدة السالكين , 9

KARAKTER TASAWUF SUNNI

KARAKTER   TASAWUF SUNNI MODERASI AQIDAH, FIQH DAN TASAWUF علم العقآئد يكمل التصوّف  علم التصوّف يكمل العقآئد. الفقه حاكم   للتصوّف وحاكم   للعمل وموجه له. علم الصوفيّة هي علم الأحوال.   علم الأحوال علم   مواريث العمل. لا يصحّ الأعمال إلا بالشريعة. المصدر : الكلاباذيّ, التعرّف لمذهب أهل التصوّف, 5 سهل بن عبد الله : كل وجد لايشهده الكتاب  والسنّة فباطل. كل حقيقة خالفت الشريعة فهي زندقة. غاية المعرفة بالله: الإيقان بوجوده تعالى، بلا كيف ولا مكان . أبو سعيد الخرّاز :  باطن يخالفه ظاهر فهو  باطل. (السهرورديّ, عوارف المعارف ص. 199 ) الجنيد البغداديّ :  ... أنّ علمنا هذا مقيّد بالكتاب والسنّة. (الرسالة القشيريّة جز ا ص. 107) الجنيد البغداديّ : أن النكتة لتقع في قلبي من جهة الكشف فلا أقبلها إلاّ بشاهدى عدل من الكتابة   والسنّة. الداراني: ربما ننكت الحقيقة قلبي أربعين يوما فلا آذن لها أن تدخل قلبي إلا بشاهدين من الكتاب والسنّة. (المصدر: اللمع , ص. 146)