PENDIDIKAN JASMANI
Pendidikan Jasmani
Sutejo ibnu Pakar
Para nabi dan rasul Allah layaknya manusia biasa
mereka adalah makhluk jasmaniah yang
memiliki segenap kebutuhan dasariah
terhadap makanan dan minuman. Mereka
juga melakukan aktivitas bisnis dan ekonomi.Mereka, para nabi dan rasul Allah,
adalah manusia yang memiliki keterbatasan hidup sesuai kontrak ketika masih
berada di alam arwah.Mereka tidak selamanya hidup di dunia yang fana’
ini.Tubuh jasmani mereka akanditinggalkan oleh roh mereka masing-masing. Mereka
mengalami peristiwa kematian dan jasad
mereka akan mengalami kehancuran
pada saat yang dikehendaki Allah.
Kebutuhan
dasar manusia yang tidak bisa diabaikan, dalam hal ini, adalah pemenuhan rasa
lapar (makan) dan rasa haus (minum).Sebagaimana makhluk hidup lainnya, setiap
individu manusia dituntut memenuhi kebutuhan dasariah ini.Pemenuhan kebutuhan ini semata-mata karena setiap perut
memiliki hak yang musti ditunaikan. Dengan demikian, mengabaikan kebutuhan makan dan atau minum merupakan tindakan nyata
menyalahi kodrat manusia sebagai
makhluk biologis.
Salah satu
aspek penting pendidikan adalah
pembinaan aspek jasmani. Pendidikan bertugas melakukan pemenuhan kebutuhan
dasar fisik jasmani seperti makan, minum, sandang, serta pemeliharaan dan
pembinaan aspek jasmani. Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut, terutama masalah
makan, merupakan perintah Allah yang tertuang di dalam al-Quran dan dapat
dijumpai pada delapan belas ayat.[1]
Pendidikan
jasmani menurut Islam adalah pendidikan
yang bertujuan menyempurnakan seluruh potensi fisik jasmani anak manusia.
Potensi yang dimaksud adalah potensi dasar berupa pendengaran, penglihatan,
hati dan akal fikiran. Potensi tersebut adalah karunia Allah kepada setiap anak
manusia dan harus diperlihara, dibina serta dikembangkan. [2]