Postingan

NAHDLATUL ULAMA

NAHDLATUL  ULAMA NAHDLATUL ULAMA adalah organisasi sosial keagamaan yang terbentuk pada tanggal 18 Rajab 1345 H./ 31 JANUARI 1926 M. Beberapa pendirinya adalah KH. Hasyim Asy'ari, KH. Bisri Syamsuri, KH. A. Wahab Chasbullah dan anggota komite Hijaz. Bermula dari Komite Hijaz yang terbentuk kala itu kemudian berkembang menjadi organisasi kebangkitan Ulama atau yang lebih dikenal dengan NAHDLATUL ULAMA yang sampai saat ini telah membantu mencerdaskan bangsa melalui dunia pendidikan beserta ulama-ulama yang berakhlakul karimah.

doa

اللهم بحق لا إله إلا الله وعزته وبحق العرش وعظمته وبحق الكرسى وسعته وبحق اللوح وحفظته وبحق القلم وجريتـــه وبحق الميزان وخفتـه وبحق الصرط ورقتــه وبحق جبريل وأمانتــه وبحق رضوان وجنتــه وبحق مالك وزبانيتــه وبحق ميكائيل وشفقته وبحق إسرافيل ونفخته وبحق عزرائيل وقبضته وبحق آدم وصفــوتــه وبحق شيـث ونبـوتــه وبحق نوح وسفينـتــه وبحق إبراهيـم وخلته وبحق إسحاق وديانته وبحق إسماعـيل وفديته وبحق يوسف وغربتـه وبحق موسى وآيــاتـه وبحق هرون وحرمتـه وبحق هــود وهيبـتــه وبحق صــالح وناقتــه وبحق لــوط وجــيرته وبحق يونس ودعــوته وبحق دانيـال وكرامته وبحق زكريا وطهارته وبحق عيسى وسياحته وبحق سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وشفاعته أن تغفر لنا ولوالدينا ولإخواننا ولمشايخنا ولعلمائنا وأن تأخذ بيدى وتعطينى سؤلى وتبلغنى أملى وتصرف عنى كل من عادانى برحمتك يا أرحم الراحمين. وتحفظنى من كل سوء. لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك. فاستجبنا له ونجيناه من الغم وكذلك ننجى المؤمنين. حسبنا الله ونعم الوكيل. حسبى الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم. وصل اللهم على سيدنا محمد النبى الأمى وعلى آله وصحب...

STAIMA Cirebon Tingkatkan Kemampuan Manajemen Pimpinan (Radar Cirebon)

STAIMA Cirebon Tingkatkan Kemampuan Manajemen Pimpinan (Radar Cirebon) CIREBON – Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly (STAIMA) Cirebon mengadakan Workshop Manajemen bagi Pimpinan di Hotel Zamrud, Sabtu (10/2). Workshop tersebut diikuti pimpinan STAIMA dan menghadirkan sejumlah pemateri yang berkompeten di bidangnya. Dalam kesempatan itu, salah satu pemateri Deden Sumpena membahas tentang Mutu Perguruan Tinggi Ditinjau dari berbagai Perspektif dan Cara Pengembangannya. Deden menjelaskan, untuk menciptakan mutu perguruan tinggi, sistem dan unsur-unsur yang ada di dalam harus berjalan dengan baik. “Terutama dalam menjalankan tujuan perguruan tinggi,” ujarnya. Deden pun menyampaikan, untuk mewujudkan tujuan perguruan tinggi, perlu adanya standar akreditasi. Dalam hal ini, lanjut dia, ada tujuh standar akreditasi. Di antaranya pertama tentang visi dan misi serta strategi pencapaian. Kedua, tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan. Ketiga, mahasiswa dan lulusan. Keempat, ...

Spiritualitas Pengajian Reboan

Gambar
Spiritualitas Pengajian Reboan Kolom  » Dadang Kusnandar | 12/01/2016 16:10:00 WIB HAMPIR 3 (tiga) tahun Kawula Muda Nadhatul 'Ulama (Kamu NU) Cirebon menggelar pengajian tasawuf di Sekretariat Pengurus Cabang NU Kota Cirebon Jalan Aria Kemuning atau Jalan Garuda dekat Ampera. Kitab berbahasa Arab tanpa harakat, Syarah Iqodzul Himam menjadi referensi. Dengan kitab kuning itu jamaah diajak mendengar dan menyimak keterangan Dr. Sutejo Ibnupakar (yang akrab dipanggil  Kang Tejo ), guru sekaligus teman yang asik untuk diskusi. Nyatanya dalam rentang waktu cukup lama, kendati hanya tiap Rabu malam pengajian digelar 2 (dua) minggu sekali, bacaan baru sampai ke halaman 80. Ini membuktikan bahwa kitab tersebut memang menarik.  Pertama  karena membahas masalah ketuhanan, hubungan vertikal manusia dengan tuhan, sehingga tidak memerlukan dalil-dalil syari`at. Bukan perkara ibadah dalam pengertian  wadag  melainkan spitualitas yang muncul dari sistem keagamaan...

Kajian ke 69 Syarah Al-Hikam

Gambar

Pesantren Sunan Ampel

Pesantren Sunan Ampel Citrust - Headline ,  Terkini ,  Wacana Oleh  SUTEJA IBNU PAKAR PESANTREN, adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya modal keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Pengertian tradisional di sini menunjuk bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan agama (Islam) telah hidup sejak 300–500 tahun lalu dan telah menjadi bagian yang mengakar dalam kehidupan sebagian besar umat Islam Indonesia, dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa. Tradisional bukan berarti tetap tanpa mengalami perubahan. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang unik di Indonesia.   Lembaga pendidikan ini telah berkembang khususnya di Jawa selama berabad-abad. Pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pusat penyebaran agama Islam lahir dan berkembang semenjak masa-masa permulaan kedatangan agama Islam di Nusantara. Lembaga ini ...

Genealogi Spiritual Tarekat Tijaniyah Buntet Pesantren

Genealogi Spiritual Tarekat Tijaniyah Buntet Pesantren Citrust - Terkini ,  Wacana Oleh  Suteja ibnu Pakar PENGENALAN Kyai Anas terhadap Tarikat Tijaniyah, dilakukannya pada saat beliau menunaikan ibadah haji ke Makkah pada tahun 1924. Kepergiannya ini menuruti anjuran kakaknya, Kyai Abbas yang terlebih dahulu berjumpa dengan Syaikh Ali tetapi beliau tidak mengambil bai’at Tarikat Tijaniyah tersebut, meskipun beliau sudah menyenangi tarikat ini. Hal ini disebabkan tanggung jawab beliau sebagai mursyid Tarikat Syathariyah di pesantrennya.     Kyai Anas bermukim kurang lebih 3 tahun di Makkah dan mempelajari dengan seksama kitab-kita pegangan Tarikat Tajaniyah seperti Jawahir al-Ma’ani, Rimah, Bughyat al-Mustafid langsung dari Syaikh Alfa Hasyim. Bai’at tarikat pun dilakukan Kyai Anas kepada Syaikh Alfa Hasyim, selain kemudian mengambil bai’at lagi dari Syaikh Ali al-Thayyib. Untuk menyebarluaskan Tarikat Tijaniyah, Kyai Anas melakukan bai’at...

KH. Anas bin KH. Abdul Jamil dan Tijaniyah Indonesia

KH. Anas bin KH. Abdul Jamil dan Tijaniyah Indonesia Citrust - Terkini ,  Wacana Oleh  Suteja ibnu Pakar KYAI Anas merupakan putra tokoh penting dalam genealogi kepesantrenan yang otoritas kepemimpinannya dipegang mutlak seorang kyai-ulama. Dengan predikat santri keliling, Kyai Anas menempuh jenjang pendidikan kepesantrenannya setelah terlebih dahulu dibekali dasar agama yang cukup oleh ayahnya sendiri, KH. Abdul Jamil. Pendidikan pesantrennya dimulai di Pesantren Sukanasari Plered Cirebon di bawah pimpinan Kyai Nasuha selama empat tahun. Kemudian beliau pindah ke pesantren Tegal di bawah asuhan Kyai Sa’id. Setelah itu, beliau pindah ke Pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur di bawah asuhan KH. Hasyim Asy’ari, tokoh kharismtik pendiri Nahdlatul Ulama (NU). KH. Anas mendapat Ijazah Langsung dari Syekh Ali Thoyib al-Madani Pengenalan Kyai Anas terhadap Tarikat Tijaniyah, dilakukannya pada saat beliau menunaikan ibadah haji ke Makkah pada tahun 1924. Kepergia...

Wali Songo Itu Ulama dan Juga Umaro

Wali Songo Itu Ulama dan Juga Umaro Citrust - Terkini ,  Wacana Oleh  Sutejo Ibnu Pakar* Model Wali Songo yang diikuti oleh para ulama di kemudian hari telah menunjukkan integrasi antara pemimpin agama dan masyarakat yang membawa mereka pada kepemimpinan proaktif dan effektif. Pendekatan dan kearifan Wali Songo kini terlembagakan dalam esesni budaya pesantren dengan kesinambungan ideologi dan kesejarahannya. Keberhasilan pendidikan Islam Wali Songo terhadap pendekatan penguasa tercermin dalam menyatukan unsur pemimpin agama dan negara. Dikotomi antara ulama dan raja, sebagaimana diteladankan oleh para pemimpin sesudah Nabi Muhammad (Khalifah Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali) tidak mendapatkan ruang dan tempat dalam ajaran dasar Wali Songo. Ajaran ini, sebagaimana dikemukakan Abdurrahman Wahid, adalah warisan Sunan Kalijaga sebagai grand desinger dan kemudian dipopulerkan oleh Sultan Agung. Namun demikian seperti dikemukakan di atas, pendidikan Wali Songo mu...

Menyadari Kehadiran Tuhan

Menyadari Kehadiran Tuhan Citrust - Headline ,  Terkini ,  Wacana Oleh  SUTEJO IBNU PAKAR* ALAM atau makhluk atau mumkinat atau mawjudat adalah setiap sesuatu selain Allah. Segala yang mawjud adalah ciptaan Allah, baik yang ada di alam dunia dan yang akan ditemui di alam akhirat. Kehidupan duniawi, bagi setiap manusia, dimulai ketika semua ruh manusia berkumpul di alam arwah, kemudian dimasukkan oleh Allah ke alam rahim (kandungan ibu hamil). Status manusia ketika berada di dalam dua kehidupan itu adalah sama sebagai makhluk Allah yang mengakui ketuhanan dan kesaan Allah. Kehidupan berikutnya, yakni kehidupan yang ketiga, dimulai ketika manusia dilahirkan dari rahim ibunya ke alam nyata. Setiap bayi yang dilahirkan pada asalnya adalah masih suci dan masih terpelihara fitrahnya. Fitrah yang dimaksud adalah keimanan dan tawhidullah serta kecederungannya terhadap kebiakan, cinta kasih dan keadilan. Akan tetapi, sebagaimana diisyaratkan oleh Rasulullah S...

Tawakal

Tawakal Citrust - Headline ,  Terkini ,  Wacana Oleh  SUTEJO IBNU PAKAR* TAWAKAL adalah gambaran keteguhan hati dalam menggantungkan diri hanya kepada Allah. Tawakal bersumber dari kesadaran hati bahwa segala sesuatu yang ada di jagat raya ini berada dalam kekuasaan Allah. Ia merupakan buah dari tauhid yang benar, kokoh dan lurus. Tawakal adalah kepasrahan dan penyerahan secara keseluruhan terhadap keputusan dan ketetapan Allah. Ia merupakan rahasia antara hamba dengan Allah. Menurut Abu al-Hasan Sirr bin al-Muflis al-Saqathi (w. 251 H./865 M.) tawakkal ialah seseorang tidak mengandalkan daya dan kekuatannya sendiri. Sedangkan menurut Syaqiq Ibrahim al-Bakhi (w. 194 H./810 M.) makna tawakal ialah bahwa, hatimu tenang karena yakin pada janji Allah pasti benar. Kemudian, menurutnya, tawakal dapat dilihat dari empat perspektif: tawakal dalam hal-hal harta, jiwa, pergaulan dan hubungan dengan Allah. Tetapi, tawakal kepada Allah sudah mencukupi dari yang lain...

Cinta Rabi’ah al-‘Adawiah

Cinta Rabi’ah al-‘Adawiah Citrust - Headline ,  Terkini ,  Wacana Oleh  SUTEJO IBNU PAKAR* MAHABBAH dan ma’rifah merupakan kembar dua. Keduanya melukiskan betapa dekatnya hubungan seorang sufi dengan Tuhan. Mahabbah melukiskan keakraban dalam bentuk cinta, sedangkan ma’rifah melukiskan keakraban dalam bentuk musyâhadah (melihat Tuhan) dengan hati sanubari. Tahapan puncak yang dicapai oleh sufi dalam perjalanan spiritualnya itu ialah ketika ia mencapai ma’rifah dan mahabbah. Ma’rifah dimulai dengan mengenal dan menyadari jati diri. Dengan mengenal dan menyadari jati diri, niscaya sufi akan kenal dan dasar terhadap Tuhannya. Hal ini dijelaskan oleh nabi di dalam haditsnya: Barangsiapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya. Kesempurnaan ma’rifah ialah dengan mengetahui asmâ’ Allah, tajalli Allah, taklif Allah terhadap hamba-Nya, kesempurnaan dan kekurangan wujud alam semesta, mengetahui diri sendiri, alam akhirat, sebab, dan obat penyakit ...

Pembersihan Jiwa dari Hawa Nafsu

Pembersihan Jiwa dari Hawa Nafsu Citrust - Cirebon ,  Headline ,  Terkini ,  Wacana Oleh  SUTEJO IBNU PAKAR* JIWA termasuk ke dalam dunia spiritual, yang memberikan gambaran tentang Tuhan. Cermin dapat memantulkan realitas, dan jiwa pada awal aslinya adalah murni (salîm), “Setiap anak lahir dalam keadaan fithrah”, tetapi setelah bercampur dengan materi dalam dunia yang rendah ini, maka jiwa terjatuh dari tempat yang tinggi. Ibarat cermin menjadi suram demikian pula dengan jiwa yang asalnya murni, menjadi rusak. Kesuciannya telah ternoda oleh debu dosa yang merusaknya. Tujuan dari seorang sufi adalah membebaskan jiwa dari belenggu-belenggu jiwa, memurnikan hati, memoles cermin, agar penghalang-penghalang antara jiwa dan Tuhan dapat dibersihkan, sehingga memungkinkan bagi jiwa untuk kembali pulang ke rumah asal yang sebenarnya. Pencarian jiwa menuju Tuhannya adalah yang terpenting dari sekian banyak bentuk pencarian. Jika seorang pencari Kerajaan Tert...

RUH

الروح قال ابن عباس: في ابن آدم نفس وروح بينهما مثل شعاع الشمس, فالنفس التي بها العقل والتمييز, والروح التي بها النفس والتحريك, فإذا نام العبد قبض الله نفسه العقل والتمييز ولم يقبض روحه. قال ابن عباس وغيره من المفسرين: إن أرواح الأحياء والأموات تلتقي في المنام فتتعارف ما شاء الله منها, فإذا أراد جميعها الرجوع إلى الأجساد أمسك الله أرواح الأموات عنده, وأرسل أرواح الأحياء إلى أجسادها. قال علي رضي الله عنه: فما رأته نفس النائم وهي في السماء قبل إرسالها إلى جسدها فهي الرؤيا الصادقة, وما رأته بعد إرسالها وقبل استقرارها في جسدها تلقيها الشياطين, وتخيل إليها الأباطيل فهي الرؤيا الكاذبة