SHOLAT TARAWEH


SHOLAT TARAWEH[1]
Sholat Tarawih Sunnah Dikerjakan dengan Berjama’ah
Imam Al-Halimi Berfatwa bahwa,  
1.        karena Jumlah roka’at Sunnah Rowatib di Luar  Bulan Romadhon itu 10  roka’at,  maka Sholat Tarawih dilipatkan menjadi   20 Roka’at.
2.        Kalau dikerjakan dengan satu salam setiap 4 roka’at, maka tidak sah karena sholat
3.        sunnah Itu 2 rok’at 2 roka’at.
4.        Bagi yang ingin mengikuti tradisi penduduk Madinah, maka sholat taraweh itu adalah  36 roka’at. Hal itu adalah sikap yang bagus.
5.        Fatwa Imam  al-Syafi’i & Murid-muridnya, dan juga Imam al-Nawawi:
6.        Penduduk kota Madinah al-Munawwaroh melakukan sholat tarawih itu 36 Roka’at
7.        Penduduk Madinah mengerjakan Tarawih 36 roka’at, karena memuliakan Nabi
8.        Muhammad SAW yang hijrah ke Madinah dan wafat serta dikuburkan di Madinah
9.        7. Mereka yang ingin mengikuti teladan  Penduduk Kota Mekkah Al-Mukarromah  yaitu 20 roka’at maka itu adalah pilihan (Sikap Keagamaan) yang utama, karena
10.    Tradisi   Taraweh Penduduk Kota Mekkah Bebas dari perdebatan alias disepakati oleh  Ulama Fiqih (Ahli Hukum Islam).
11.    Bagi yang ingin  meringkas jumlah roka’at Tarawih, berdasarkan Ijma’ (konses) eeluruh sahabat Nabi Muhammad SAW, maka cukup 20 Roka’at.
12.    Bilangan 36 roka’at adalah yang paling utama, karena keutamaan banyak ruku’  dan
13.    banyak sujudnya


Imam al-Qalyubi al-Syafi’i menyatakan bahwa,[2]  pendapat Paling Shahih adalah   Jama’ah Sholat Tarawih itu disunnahkan. Nabi Muhammad Saw Melaksanakan Sholat Tarawih dengan Sahabat-sahabat beliau 20  Roka’at. Di Zaman Khalifah ‘Umar bin al-Khoththob   Sholat Tarawih dilaskanakan di Bulan Romadhon dengan 20 Roka’at  (Lihat Kitab Syarh al-Muhadzdzab al-Syafi’i). Imam Malik meriwayatkan didalam Kitab al-Muwaththo’:  Tarawih itu 23 Roka’at. Jikalau Sholat Tarawih dilakukan dengan cara setiap 4 roka’at satu salaman, maka tidak sah, karena bertentangan dengan yang disyari’atkan. (Lihat Kitab al-Rowdhoh karya  al-Qodhi Husayn).
Nabi Saw Bersabda: “Sholat malam itu dua roka’at  dua Roka’at”  (HR. Imam al-Bukhori dan Imam Muslim).  Sesungguhnya Penduduk Madinah melaksanakan Tarawih dengan 36 Roka’at. karena mereka tidak bisa melaksanakan thowaf di sela-sela Tarawih, Hal ini merupakan Ijma’ (Konsensus) dan tidak seorang pun Ahli Fiqih yang mengingkarinya.
Fatwa Imam Al-Syafi’i: Tarawih dengan 20 Roka’at adalah ibadah yang paling dicintai beliau. Bagi selain Penduduk Madinah tidak boleh melaksanakan shalat taraweh melebihi jumlah  20 Roka’at.



[1] Abu Yahya Zakariya al-Anshori al-Syafi’i, Syarh al-Bahjah al-Wardiyyah, Hal.  146-150
[2] Imam al-Qalyubi al-Syafi’i,  Hasyiyah al-Qolyubi, Juz Iii  Hal.  161-173


Postingan populer dari blog ini

DZIKIR/WIRID TAREKAT TIJANIYAH

RADEN MUTA’AD (1785-1842 M)

TAHLILAN DAN HADIYUWAN