MANUSIA DALAM AL-QURAN
MANUSIA DALAM AL-QURAN
OLEH:
S U
T E J A
KHUTBAH
PERTAMA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على
الدين كله ولو كره المشركون أشهد أن لا إله غلا الله الواحد الصمد إياه نعبد وإياه
نستعين ,اشهد أن محمدا عبده ورسوله بشيرا ونذيرا وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا
منيراز أما بعد: فيا أيها المسلمون رحمكم
الله أصيكم بنفسى بتقوى الله فقد فاز
فوزا عظيما. فقد قال الله سبحانه وتعالى فى كتابه العزيز : وَأَوْحَى
رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ
الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
HADIRIN JAMA’AH JUM’AT DI MULIKAN OLEH ALLAH
Al-Qur’an
mrngabadikan tiga binatang kecil dengan menjadikannya nama surah, yaitu al-Naml (semut), al-‘Ankabut (laba-laba),
dan al-Nahl (lebah). Ketiga binatang ini masing-masing
memiliki karakter dan sifat, sebagimana digambarkan oleh al-Qur’an. Dan hal itu
patut dijadikan pelajaran oleh manusia. Semut memiliki
sifat suka menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya. Konon,
binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usianya
tidak lebih dari satu tahun. Kelobaanya sedemikian besar sehingga ia berusaha
memikul sesuatu yang lebih besar dari badannya, meskipun sesuatu tidak itu
tidak berguna baginya.
مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ
كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ
الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Rumah lebah bukan tempat yang aman, apa pun yang
berlindung di sana atau disergapnya akan binasa. Jangankan
serangga yang tidak sejenis, jantannya pun setelah selesai
berhubungan disergapnya untuk dimusnahkan oleh betinanya. Telur-telurnya yang
menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan.
Ayat di atas memberikan
gambaran bahwa di dalam masyarakat atau rumah tangga yang keadaannya seperti
laba-laba; rapuh, anggotanya saling tindih-menindih, sikut menyikut seperti
anak laba-laba yang baru lahir. Kehidupan ayah dan ibu serta anak-anak tidak
harmonis, antara pimpinan dan bawahan saling curiga.
SIDANG
JUM’AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH
Akan halnya dengan lebah,
memiliki insting yang sangat tinggi, oleh al-Qur’an
digambarkan sebagimana dalam Firmannya :
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ
بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا
يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan
Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di
pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia". kemudian
makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang
telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
Sarangnya
dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar tidak terjadi
pemborosan dalam lokasi. Yang dimakannya adalah kembang-kembang dan tidak
seperti semut yang menumpuk-numpuk makanannya, lebah mengolah makanannya dan
hasil olahannya itulah menjadi lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi
manusia untuk dijadikan sebagai penerang dan obat. Lebah sangat disiplin,
mengenal pembagian kerja dan segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Ia
tidak mengganggu yang lainnya kecuali yang mengganggunya, bahkan kalaupun
menyakiti (menyengat) sengatannya dapat menjadi obat.
قال رسول الله صم : مثل المؤمن مثل النحلة لا تأكل إلا طيبا ولا تضع
إلا طيبا وإن وقعت فى شئ لا تكسر.
Rasulullah
bersabda: Perumpaan seorang mukmin adalah seperti lebah. Ia tidak makan kecuali
yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang baik, dan bila berada pada suatu
tempat tidak merusak”
HADIRIN
JAMA’AH JUMAT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH
Dalam kehidupan kita di dunia
ini contoh-contoh di atas seringkali diibaratkan dengan berbagai
jenis binatang. Bahkan kalau manusia tidak mengetahui posisinya sebagai makhluk
yang memiliki aturan dalam hal ini petunjuk-petunjuk agama bisa saja menempati
posisi lebih rendah dari binatang bahkan lebih sesat dari binatang. Jelas ada manusia yang berbudaya semut, yaitu suka menghimpun dan
menumpuk materi atau harta (tanpa disesuaikan dengan kebutuhan. Menumpuk-numpuk
harta tanpa ada pemanfaatan dalam agama (dalam bentuk zakat dan sadaqah) tidak
sedikit problem masyarakat bersumber dari budaya tersebut. Pemborosan adalah
termasuk budaya tersebut di atas yaitu hadirnya berbagi benda baru yang tidak
dibutuhkan dan tersingkirnya benda-benda lama yang masih cukup bagus untuk
dipandang dan bermanfaat untuk digunakan. Dapat dipastikan bahwa
dalam masyarakat kita, banyak semut-semut yang berkeliaran.
Di dalam al-Qur’an dijelaskan tentang sekelompok manusia
yang akan tersiksa di akhirat, karena mereka bekerja keras tanpa
mempertimbangkan akibat buruknya:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ ءَانِيَةٍ
“banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas diberi
minum (dengan air) dari sumer yang sangat panas”
Menurut
riwayat ayat di atas menunjuk kepada sekelompok manusia yang dalam kehidupan
dunia melakukan kegiatan yang menjadikan badan mereka letih dan capek, tetapi
kegiatan mereka tidak sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, yaitu yang
bersangkutan lengah dari kewajiban keagamaannya. Mereka menjadi budak harta,
tergila-gila dengannya sehingga melupakan segala sesuatu, sehingga di akhirat
mereka masuk ke dalam neraka.
Entah
berapa banyak jumlah laba-laba yang ada disekitar kita, yaitu mereka yang tidak
lagi butuh berpikir apa, di mana, dan kapan ia makan, tetapi yang mereka
pikirkan adalah siapa yang mereka jadikan mangsa, siapa lagi yang akan ditipu,
dan bagimana cara mengambil hak orang.
HADIRIN
SIDANG JUM’AT
Demikian
pula di dalam masyarakat kita berapa banyak manusia-manusia lebah, tidakkah
lebih banyak manusia-manusia semut atau manusia laba-laba. Manusia lebah itu
adalah mereka yang tidak boros, tidak suka makan atau mengambil haknya orang,
yang dimakannya adalah saripati bunga, dan ketika mengambil saripati itu tidak
menjadikan bungan itu rusak atau tidak menjadi buah. Itulah gambaran orang
mukmin yang baik tidak memakan makanan yang haram, mengambil uang negara untuk
kepentingan diri sendiri. Kemudian apa yang keluar dari mulutnya bukan sesuatu
yang menyakiti persaaan tetapi sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan. Dan
bila berada pada suatu tempat atau daerah tidak menjadi pengacau dan penyebab
kericuhan. Tetapi justru kehadirannya sangat diharapkan oleh orang banyak.
Oleh
karenanya, dalam kesempatan ini marilah kita merenungkan dan mencontoh
sifat-sifat yang dimiliki oleh lebah itu, tidak menconoth sifat-sifat semut dan
laba-laba, sehingga kita dapat mendapatkan nikmatnya kehidupan di dunia ini,
lebih-lebih nikmatnya kehidupan yang abadi di akhirat nanti yaitu surga. Amin.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم
وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والأرض
أعدت للمتقين
بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم من الآيات والذكر
الحكيم وتقبل منى ومنكم إله هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH
KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. وَاَشْهَدُ اَنْ
لاَاِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ
اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ: اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ. وَذَرُو الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَابَطَنْ.
وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ
بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ
وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ
اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ
عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في
ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ سَيّدِنَا اَبِى
بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّكَ
اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى
التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ
وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ
سَائِرِ بَلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ الله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ
وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يذكركم وَاشْكُرُوهُ
عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ
اَكْبَرُ