CINTA DUNIA TAKUT MATI
CINTA DUNIA TAKUT MATI
OLEH:
S U
T E J A
KHUTBAH PERTAMA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله ربّ العالمين. أشهد
أن لا إله الله وحده لا شريك له. وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد العالمين،
اللهم صل وسلم على هذا النبى الكريم سيدنا محمد وعلى آله واصحابه أجمعين،
أما بعد: فيا عباد الله أصيكم بنفسى بتقوى الله وإياي فقد فاز فوزا
عظيما. أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ياأيها
الذين آمنوا إتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد.
أما بعد: فيا أيها المسلمون رحمكم
الله أصيكم ونفسى بتقوى الله فقد فاز
فوزا عظيما.
هو الذى خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا.وهو العزيز الغفور.
HADIRIN
JAMA’AH JUM’AT DI MULIKAN OLEH ALLAH
Rasulullah
SAW telah memperingatkan kita semua, bahwa akan datang suatu zaman umat lain
memperebutkan kamu sekalian seperti memperebutkan makanan dalam hidangan.
Sahabat bertanya “Apakah kami jumlahnya sedikit pada saat itu”. Jawab
Rasulullah; Bukan bahkan sesungguhnya jumlah kamu banyak tetapi kualitas kamu
ibarat buih yang terapung di atas air dan di dalam hatimu dijadikan kelemahan
jiwa. Sahabat bertanya “apa yang dimaksud kelemahan jiwa? Rasulullah menjawab, yaitu
cinta dunia dan membeci kematian”.
Sungguh
tepat isyarat yang digambarkan oleh Rasulullah dalam sabdanya di atas bahwa
pada akhir zaman nanti umat Islam akan mengalami disintergrasi, penurunan
kualitas iman, ibadah-ibadah yang dilaksankan hanya melepaskan beban kewajiban
dan kegiatan rutinitas ritual tidak di sadari sebagai sebuah kebutuhan sehingga
yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari tidak lebih dengan orang yang tidak
beriman. Sehingga mereka mudah diombang-ambingkan oleh kegemerlapan dunia yang
serba menggiurkan. Ibarat buih yang terapung di atas air akan terhempas
kemana-mana.
Dunia ini sebenarnya jika kita telususri dari
segi pengertian bahasanya yang terambil dari kata danâ, yang artinya adalah
dekat, sebentar. Dari makna ini bisa dipahami bahwa dunia ini adalah suatu
tempat yang dekat lagi sebentar. Hal ini dapat dirasakan ketika kita memakan
makanan, yang merasakan lezat dan pahitnya adalah hanya sampai pada tenggorokan
saat sampai diperut, tidak bisa dibedakan rasanya mana makanan yang lezat dan
makanan yang tidak lezat. Itulah gambaran kehidupan dunia.
SIDANG JUM’AT YANG DIMULIAKAN
ALLAH.
Salah satu penyebab kehilapan manusia adalah
karena kecintaan terhap dunia. Orang yang sangat mencintai dunia segala pikiran
dan pandangannya selalu diukur oleh perhitungan dunia, bahkan kadang-kadang ada
di antara umat Islam melaksanakan urusan akhirat bukan sebenarnya tujuan
akhirat akan tetapi hanya sebagai pengelabuan kepada orang lain untuk mencapai
cita-cita dunia.
Bangsa kita yang nota bene umat yang terbanyak
adalah umat Islam, yang tentu saja agama kita sangat mengharapkan prilaku
umatnya berjalan sesuai dengan aturan agamanya. tetapi sebuah pertanyaan,
adalah mengapa persoalan bangsa kita belum terselesaikan atau paling tidak ada titik
terang menuju suatu perubahan prilaku. Bahkan tampaknya masih memprihatinkan
prilaku sebagian masyarakat kita, baik masyarakat maupun masyarakat pemegang
kekuasaan yang sangat diharapkan bisa menegakkan aturan tetapi justru
seakan-akan mengambil satu prinsip “mumpung”. Inilah budaya yang menggerogoti
kehidupan bangsa kita, mumpun ada kesempatan, kapan lagi dimanfaatkan kedudukan
itu kalau bukan sekarang. Pada hal jabatan itu sebenarnya hanya sebagai sebuah
amanat bukan sebuah tujuan dan nantinya diakhirat akan dipertanyakan oleh
Allah:
Mempertahankan
kebenaran di negara kita adalah sesuatu yang sangat langkah lagi mahal. Ada
orang yang mau berjuang akan tetapi selalu diukur dengan materi, kalau tidak
menguntungkan bagi dirinya lebih baik bungkam atau diam daripada kedudukannya
digeser.
Memang dunia ini manis rasanya dan enak
dipandang, maka manusia tertarik dengannya. Betapa banyak manusia
yang hanya memburu dunia setiap saat tidak mengenal waktu, siang dan malam,
panas dan dingin. Bahkan terbawa dalam mimpi. Pada hal apa yang diburunya
itu belum tentu menjamin dirinya untuk dapat mendapat ketenangan. Karena betapa
banyak orang yang punya harta yang melimpah, punya segala macam pasilitas
dunia, punya mobil mewah, rumah mewah, apa saja yang dia mau makan semua bisa
dibelinya, tetapi justru hidupnya tidak tenang tidak bisa dinikmati.
Mobil mewahnya ada tapi tidak bisa dipakainya karena punya penyakit tidak bisa
naik kendaraan, makanannya apa saja yang diinginkan tetapi itu semua tidak bisa
dimakannya kecuali hanya sesendok nasi yang tak berlauk.
SIDANG
JUM’AT YANG BERBAHAGIA!
Agama Islam bukan berarti melarang kita untuk
mencarinya, agama kita tetap memberikan peluang seluas-luasanya bagi umat
manusia untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya. Tidak melarang untuk kaya. Akan
tetapi cara mendapatkannya dan memanfaatkannya sesuai dengan ajaran agama Islam
dan tidak menjadi segala-galanya. Demikian pula jangan meninggalkan dunia
karena hanya terpokus kepada ibadah kepada Allah. Agama kita mensinyalir bahwa
dunia adalah sarana untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang lebih baik. Dunia
ini dengan segala fasilitasnya kita yang seharusnya mengendalikan bukan dia
yang mengatur kita. Harta yang kita miliki janganlah ia yang mengatur dan
memperbudak kita, karena mobil kita yang bagus setiap hari dilap dan
dicuci, sementara diri kita, hati kita tidak pernah dibersihkan melalui dengan
zikir-zikir atau beribadah kepada Allah, kalaupun dilakukan hanya dengan sangat
terpaksa atau merasa malu dengan sesamanya. Padahal semestinya rasa malu itu
jauh lebih didahulukan kepada Allah daripada manusia. Karena seseorang yang
malu kepada Allah pasti juga malu terhadap manusia tidak sebaliknya. Jadi harta
itu kita yang mengaturnya dan memanfaatkannya bukan kita yang dimanfaatkan.
Jika umat Islam sudah menomorsatukan dunia di
atas segala-galanya, enggan menyuarakan kebenaran dan melarang kemungkaran maka
Allah akan mencabut kebesaran Islam dari permukaan bumi ini dan mencabut
keberkahan wahyu. Ketika umat Islam
sangat mencintai dunia dengan sendirinya pasti muncul sifat kedua yaitu takut
akan mati. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa mereka takut mati? Padahal
semua yang namanya makhluk pasti akan mati sekalipun bersembunyi di balik batu
besar dan benteng yang tertutup rapat-rapat.
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ
وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Orang
takut mati mungkin karena takut meninggalkan hartanya atau mungkin belum ada
persiapan dalam menghadapi kematian. Takut mati termasuk salah satu di antara
penyakit umat manusia dalam perjuangannya. Sebab dalam perjuangannya selalu
diliputi oleh rasa kekhawatiran akan terkena resiko. Akibatnya mau berjuang
asal tidak ada resiko yang menimpa, asal dirinya selamat, dan untuk
menyelamatkan diri maka dalam memperjuangkan Islam kadang memutar balikkan
fakta. yang hak dinyatakan batil, yang batil dinyatakan hak. Orang kecil
bersalah ditetapkan hukuman yang berat, sementara yang besar yang bersalah
dinyatakan benar atau bebas dari jeratan hukum. Hukum ibarat pisau hanya sebelah
yang bisa mengiris benda. Padahal di dalam ajaran agama kita bahwa semua orang
sama didepan hukum. Hal ini kita dapat menyaksikan di tengah-tengah
kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia yang kita cintai, dimana
keadilan yang merupakan suatu ajaran asasi dalam agama Islam bahkan semua agama
adalah sesuatu hal yang sangat mahal, nyaris barang yang namanya keadilan
hampir menghilang dipersada Indonesia.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى
ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ.
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri
beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari
langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami
siksa mereka disebabkan perbuatannya”.
بارك الله لى ولكم فى القرآن
العظيم ونفعنى وإياكم بما فيه من ألآية والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته إنه هو السميع البصير. واستغفر الله لي
ولكم. واستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على
الدين كله ولو كره المشركون أشهد أن لا إله غلا الله الواحد الصمد إياه نعبد وإياه
نستعين ,اشهد أن محمدا عبده ورسوله بشيرا ونذيرا وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا
منيرا. واعلموا ان الله أمركم أمرا بدأ
فيه بنفسه وثنى بالملائكة المسبحة بقدسه فقال تعالى مخبرا وآمرا إن الله وملائكته
يصلون على النبى ياأيهاالذين آمنوا صلوا
عليه وسلموا تسليما. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد كما صليت
وسلمت على إبراهيم وعلى آله إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم
الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضي الحجات برحمتك ياأرحم الرحمين.
اللهم إنا نسألك الثبات فى الأمر ونسألك العزيمة فى الرشد ونسألك
شكرنعمتك وحسن عبادتك. ونعوذبك من شر ما تعلم ونسألك من خير ماتعلم ونستغفرك مما
تعلم انك انت علام العيوب. اللهم انا نسألك حبك وحب من يحبك والعمل الذى يبلغنا
حبك. اللهم اجعل حبك احب الينا من نفسنا واهلنا. ربنا لا تزع قلوبنا بعد إذ هديتنا
وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة
وقنا عذاب النار.
عباد الله إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن
الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله أكبر